|
Herpes, Tidak Semata Penyakit Seksual KOMPAS.com - Penyakit herpes selama ini dianggap sebagai penyakit "kotor" karena berkaitan dengan aktivitas seksual yang tidak sehat. Padahal, tidak semua penyakit herpes disebabkan oleh kegiatan seksual.
Jo, karyawan swasta berumur 24 tahun, merasa gatal dan perih di bagian selangkangannya. Kulitnya terasa melepuh seperti tersundut api. Setelah dilihat, rupanya bagian tersebut ditumbuhi bintil-bintil seperti cacar. "Rasanya perih dan panas. Tersentuh pakaian dalam saja sangat perih," ujar Jo.
Merasa tidak nyaman dengan sensasi perih dan gatal tersebut, ia pun memeriksakan diri ke dokter. Betapa kagetnya ketika hasil pemeriksaan dokter menyebutkan ia terkena herpes. Sejauh yang diketahuinya, herpes merupakan penyakit-yang ditularkan melalui aktivitas seksual. "Padahal, saya tidak pernah meyakukan aktivitas seksual dengan orang lain," ucap Jo.
Lanjutan cacar "Padahal, tidak semua penyakit herpes akibat aktivitas seksual yang tidak sehat. Jadi anggapan bahwa herpes selalu disebabkan oleh aktivitas seksual itu salah," kata Dr. Midi Haryani, Sp.KK, spesialis kulit dan kelamin RS Hermina Jatinegara. Dalam dunia medis, penyakit herpes merupakan bentuk lain dari penyakit cacar. Ini merupakan peradangan kulit yang ditandai oleh bentukan gelembung-gelembung berisi air secara berkelompok. Dijelaskan oleh Dr. Midi, herpes terbagi dalam kelompok besar, yaitu herpes simpleks atau herpes genitalis dan herpes zoster. Herpes genitalis adalah infeksi atau peradangan pada kulit, terutama di bagian kelamin, yang disebabkan Virus Herpes Simpleks (VHS). "Herpes inilah yang lekat dengan anggapan masyarakat, yaitu ditularkan melalui aktivitas seksual yang tidak sehat," sebut Dr.Midi. Penyakit herpes genitalis bisa dialami siapa saja, umumnya penderita atau pasangannya pernah memiliki riwayat berhubungan seksual dengan orang lain. Kabar baiknya, pria yang disunat memiliki risiko lebih kecil terkena penyakit herpes genitalis karena selaput lendirnya menebal dan menjadi kulit biasa, sehingga lebih sulit tertular Pada pria yang belum disunat, selaput lendirnya tipis. Sementara itu, herpes zoster atau shingles disebabkan oleh Virus Varisela Zoster. Gelembung cairan herpes zoster dapat timbul di mana saja di seluruh bagian tubuh. "Bisa muncul di pantat, di pipi, di tangan, bahkan di dahi. Biasanya munculnya di tempat itu-itu saja, tidak akan berpindah atau menyebar ke tempat lain," ungkap Dr. Midi. Jenis herpes yang juga dikenal dengan nama cacar ular ini disebut sebagai lanjutan penyakit cacar air. Pasalnya, jenis virus yang menyerang sama. Hanya saja, pada herpes zoster, gelembung cairan lebih besar dan berkelompok di bagian tertentu. Setiap orang yang pernah terkena cacar air berpotensi terkena herpes zoster. Jangan sampai pecah Yang penting dalam menangani penyakit herpes adalah menjaga agar gelembung berisi cairan itu tidak pecah. Salah satu caranya bisa dengan memberikan bedak untuk membantu melicinkan kulit. "Jika pecah, bisa menjadi pintu masuk bagi kuman lain. Ini membuat ada infeksi sekunder yang terjadi selain herpes," sebut Dr. Midi. Terapi untuk menangani herpes adalah dengan pemberian obat antivirus. Obat golongan asiklovir cocok untuk menyembuhkan herpes. Sebenarnya yang penting dalam menangani herpes ini adalah meyakinkan si penderita agar mau memeriksakan dirinya ke dokter. Pasalnya, jika sudah menduga dirinya menderita herpes, pasien biasanya akan malu atau merasa risih jika harus berobat. "Lebih baik segera mengobati diri ke dokter, karena penyakit ini juga bisa menular ke pasangan," kata Dr. Midi. "Apalagi herpes juga bisa ditularkan kepada bayi yang baru dilahirkan." Pada ibu hamil, herpes harus segera disembuhkan sebelum saatnya persalinan. Kalau sampai menurun, menurutnya, bisa menyebabkan cacat pada mata hingga radang selaput otak pada bayi. Satu hal yang harus diingat, penyakit herpes dapat muncul kembali meski sudah diobati. "Ketika gelembung cairan hilang, itu bukan berarti virusnya sudah hilang. Virus herpes masih ada dalam tubuh, mereka bersembunyi di saraf tulang belakang dan menunggu kesempatan untuk menyerang kembali," kata Dr. Midi. Berbagai penyebab bisa menjadi biang keladi herpes datang kembali. Yang paling sering adalah menurunnya daya tahan tubuh. Kondisi lelah pikiran seperti stres, juga bisa memicu kembalinya herpes. (GHS/Michael) Sumber: http://kesehatan.kompas.com |
|
|