Beranda arrow Kesaksian arrow Anakku Sudah Tidak Autisme Lagi
Newsflash

Jadwal Praktik 2010

Read more...
 
Menu Utama
Beranda
INFO Torch
News
Kesaksian
Jadwal Praktik
Kontak Kami
Menu Religi
Buletin Tarbiyah
Dakwah
Komentar Terbaru
Mata Kabur Terserang Virus...
@ Yufiantana: Insya Allah.., BISA.
TORCH bisa merusak sistem saraf mata,...
01/08/10 20:17 Selengkapnya...
Oleh: Khoirul Anam / Admin

Mata Kabur Terserang Virus...
toxo pada mata
Istri saya menderita toxo pada mata...
31/07/10 07:30 Selengkapnya...
Oleh: Yufiantana

Virus Toxo Memang Kejam
@ Dee: Alamat Pak Juanda
Kantor Pusat: Jln. SUTIRAGEN IX NO. 6,...
24/07/10 19:30 Selengkapnya...
Oleh: Khoirul Anam / Admin

Virus Toxo Memang Kejam
pengobatan alternatif
Selamat atas karunia yg telah diterima,...
23/07/10 05:50 Selengkapnya...
Oleh: dee

SEMBUH DARI RADANG OTAK
@ a: SubhanalLah...
SubhanalLah wal hamdulilLah. "Setiap...
14/07/10 20:59 Selengkapnya...
Oleh: Khoirul Anam / Admin

Jadwal Terbaru
Sat, Sep 4th, 2010, @8:00am - 01:00PM
Jogjakarta
Wed, Sep 8th, 2010
Samarinda
Wed, Sep 8th, 2010
Banjarmasin
Wed, Sep 8th, 2010, @8:00am - 01:00PM
Bandung
Sat, Sep 11th, 2010, @8:00am - 01:00PM
Bogor
Anakku Sudah Tidak Autisme Lagi PDF Print E-mail
Tuesday, 15 April 2008
 

Nur Aini dan Hermawan Setianto 

’Anakku Sudah Tidak Autisme Lagi’

Nama lengkapku Nur Aini dan suamiku Hermawan Setianto, harus melalui perjuangan yang sangat panjang dan membutuhkan tidak sedikit biaya yang harus aku keluarkan untuk bisa mempunyai anak. Ini dilakukan karena aku dan mas Anto, suamiku sudah sangat merindukan hadirnya anak, untuk melengkapi kebahagiaan dalam berumah tangga. Singkatnya setelah melalui perjuangan yang sangat berat akhirnya pada sekitar bulan Februari 1997, aku positif hamil.

Betapa senangnya ketika itu, mas Anto yang sehari-hari berwiraswasta setelah mengetahui kalau aku hamil juga merasa sangat senang. Ini artinya dalam waktu yang tidak lama lagi, ia akan dipanggil pak. Bulan-bulan pertama kehamilanku tidak menampakkan hal-hal yang mencurigakan. Pokoknya berjalan normal-normal saja. Bahkan memasuki bulan-bulan berikutnya tidak menampakkan sesuatu yang mencurigakan. Berjalan dengan baik seperti umumnya ibu hamil lainnya.

Setelah memasuki bulan ke sembilan, tiba-tiba saja ketuban kandunganku pecah, ini artinya sebentar lain anakku akan lahir. Namun sayangnya setelah ketuban itu pecah, belum juga ada tanda-tanda anakku akan lahir. Padahal perutku sudah terasa sakit yang teramat sangat. Karena tidak juga lahir bayiku tersebut, maka aku putuskan untuk pergi ke dokter. Setelah diperiksa diperoleh keterangan kalau bayiku terhalang oleh ari-ari. “Pantesan bayiku agak kesulitan untuk lahir,” pikirku waktu itu.

Dengan kenyataan ini, maka dokter memutuskan untuk melakukan operasi. Artinya aku harus melakukan kelahiran melalui bedah Caesar. Alhamdulillah dengan operasi Caesar anakku bisa lahir dengan bobot 2,4 kg. Sayangnya setelah anakku lahir, sepertinya tidak ada tanda-tanda ada perkembangan yang berarti seperti layaknya bayi-bayi yang lain. Bobotnya sulit untuk naik, bahkan ada kecenderungan bobotnya turun.

Seiring bertambahnya usia, perkembangan fisiknya juga tampak ada beberapa hambatan. Namun demikian bayiku yang kuberi nama Nur Amalia Noviani ini bisa tumbuh juga seperti anak-anak lain, meskipun tidak secepat anak lainnya. Melihat perkembangan yang kurang baik ini, aku selaku ibunya berusaha memberikan perhatian yang lebih terhadap anakku tersebut. Kesibukanku selama ini aku kurangi dengan harapan bisa memberikan perhatian lebih.

Dalam perkembangannya menginjak usia 11 bulan, Nur Amalia sepertinya benar-benar membutuhkan perhatian yang sangat serius. Masalahnya pada usia 11 bulan ini saja, untuk duduk kelihatan susah sekali, malahan kalau duduk kelihatannya selalu tertunduk saja. Padahal seharusnya anak seusia dia, duduknya sudah bisa tegak. Dengan kenyataan ini aku berharap anakku bisa bertahan hidup dan berkembang lebih baik lagi.

Untuk membantu perkembangan Nur Amalia ini, aku mencoba mencari guru les khususnya untuk mengajari berbicara ataupun kegiatan lainnya. Dengan perhatian yang serius dan tidak kenal lelah tersebut, akhirnya pada usia tiga tahun, akhirnya Nur Amalia bisa berjalan layaknya dengan anak-anak seusia dengannya. Meskipun terlambat namun aku dan mas Anto merasa bersyukur juga.

Diluar dugaan, setelah menginjak usia tiga tahun lebih inilah, mulai tampak kalau Nur Amalia tumbuh luar biasa. Tumbuh luar biasa disini dalam arti sangat berbeda dengan sebelumnya. Dulu sepertinya mau berjalan saja susah, ngomong saja sepertinya tidak bisa sekarang malah sebaliknya, Nur Amalia tumbuh sangat pesat bahkan untuk ukuran anak seusia dia bisa dikatakan jauh diatasnya. Pokoknya semuanya serba super dan bahkan banyak yang mengatakan mengarah ke hiperaktif.

Kalau minta sesuatu harus dituruti, bila tidak langsung nangis dan ngamuk, minta uang untuk jajanpun harus dituruti. Apalagi kalau minta mainan. Kalau bermain dengan teman-teman juga kalau pinjam kepada temannya harus diberi, kalau tidak akan nangis dan ngamuk. Tidak bisa diam, selalu ingin bergerak ke sana kemari, tidak punya malu, kalau diberi tahu seolah cuek saja dan tidak mau mendengarkan. Senangnya berbuat semaunya sendiri.

Aku sebagai orang tuanya dibuat kelabakan kalau Nur Amalia sudah meminta sesuatu. Tidak mengenal berada di rumah atau ketika sedang bertamu. Dengan kenyataan ini, aku dan mas Anto kadang dibuat tidak berdaya dan kadang pula merasa tidak enak dengan tetangga, ataupun agak risi kalau Nur Amalia sudah demikian. Yang sepele saja, kalau ngomong tidak diperhatikan terus ngamuk dan memukul-mukulku supaya memperhatikan dia ngomong.

Karena merasa kewalahan inilah, aku bermaksud memeriksakan Nur Amalia ke dokter, dengan harapan kebiasaan yang kurang baik ini bisa sembuh, minimal dikurangi. Ada beberapa dokter anak yang ada di kota Wonosobo, yang aku datangi. Hasilnya hanya diberitahu kalau Nur Amalia hiperaktif dan sudah menjurut ke autisme. Sebagai orang tua harus sabar dan telaten untuk mengarahkan. Karena anak autisme agak sulit untuk disembuhkan, namun seiring bertambahnya umur, sifat yang kurang baik tersebut nantinya akan berkurang dengan sendirinya.

Setelah menerima saran dari dokter anak tersebut, aku agak menyadari juga. Meski momong anak autisme sulit namun bagaimanapun Nur Amalia membutuhkan perhatian khusus dari orang tuanya. Maka aku putuskan juga untuk membimbingnya dan mengarahkan menjadi lebih baik dan bila dimungkinkan sifat autismenya bisa dihilangkan. Oleh karena itu, aku mencobanya disamping memeriksakan diri ke dokter anak dan dokter syaraf aku mencoba untuk mencari alternatif lain. Siapa tahu dengan pengobatan alternatif tersebut bisa disembuhkan.

Secara tidak sengaja, waktunya aku sudah lupa, dalam salah satu acaranya di RCTI di acara INTIP, menyiarkan mengenai pengobatan alternatif yang ditangani oleh Ir A Juanda dari Bogor. Pak Juanda dalam INTIP tersebut bisa mengobati penyakit yang diantaranya anak-anak autisme. Nah dari rasa penasaran itulah, aku mencoba menghubungi RCTI untuk mengetahui alamat praktek pak Juanda, di Bogor.

Begitu aku memperoleh alamat praktek di Bogor, langsung saja pergi ke sana. Aku ceritakan seluruhnya pengalaman selama ini kepada pak Juanda. Sepertinya pak Juanda juga sudah paham betul mengenai anak autisme ini. “Insya Allah bisa disembuhkan, mudah-mudahan anak ibu juga demikian,” kata pak Juanda waktu itu. Dari cerita pak Juanda, aku jadi tahu bahwa selain anak autisme, pak Juanda juga bisa mengobati penyakit lainnya. Ternyata Pak Juanda seorang yang ahli dalam pengobatan TORCH singkatan dari Toxoplasmosis, Rubella, CMV dan Herves.

Sedangkan autisme hanya merupakan salah satu dampak dari penyakit TORCH tersebut, yaitu karena adanya penyakit Toxoplasmosis. “Mudah-mudahan aku datang kepada orang yang tepat. Jangan seperti pengobatan-pengobatan lainnya,” harapanku waktu itu.

Akhirnya mulailah anakku melakukan aquatret therapy atau terapi pengobatan. Sebulan menjalani pengobatan, Nur Amalia menunjukkan ada kemajuan yang menyenangkan. Sekarang anak tersebut sepertinya sudah bisa menguasai diri, tidak banyak marah-marah dan sudah mulai bisa diajak berbicara dan bila disuruh mulai menuruti dan mengerti apa yang harus dilakukan. Secara fisikpun sudah kelihatan ada perkembangan yang menggembirakan.

Karena adanya perubahan yang bagus itulah, akhirnya aku memutuskan untuk meneruskan pengobatan tersebut. Rupanya hasilnya memang luar biasa, setelah menjalani pengobatan selama sekitar 2 bulan setengah, anakku menunjukkan gejala yang sangat bagus. Sekarang sudah banyak diam, jarang melakukan hal-hal yang menjengkelkan. Sudah mulai bisa menghafal lagu-lagu yang singkat-singkat, berlatih berdoa, mau bermain dengan teman-teman, mau memberikan mainan kalau temannya minta ataupun pinjam. Kalau disuruh juga sudah mau melakukan.

Malah pernah dalam suatu acara pertemuan di Jogja beberapa beberapa waktu lalu, anakku diajak mengikuti acara tersebut. Dalam acara tersebut, anakku minta turun dari gendongan. Kebetulan pertemuannya lesehan. Dan ya ampun, ketika anakku turun, langsung saja berjalan kesana kemari seperti tanpa beban. Diberitahu supaya diam saja tidak mau, bahkan dengan santainya anakku sampai berjalan dan menginjak roti dan menumpahkan air dari gelas. Aku sebagai orang tua merasa malu, anakku berbuat seperti itu. Aku sudah mencoba mencegahnya namun, nampaknya anakku juga tidak mengindahkan nasehatku bahkan terkesan cuek dan acuh tak acuh. “Iya kalau hanya jalan-jalan saja, wah waktu itu sambil bengok-bengok segala, apa aku sebagai orang tuanya tidak malu. Mau saja jewer karena banyak orang mau dinasehati juga tidak bisa. Pokoknya kelakuan Nur Amalia waktu itu benar-benar membuat aku sebagai orang tuanya sangat prihatin dan malu sendiri. Meskipun demikian, aku merasa menyadari juga, kalau dia masih anak-anak, wajar kalau mempunyai kelakuan yang demikian.

Menginjak pengobatan yang ketiga bulan, sungguh diluar dugaan, anakku sepertinya sudah sembuh total. Buktinya ketika memasuki bulan ketiga pengobatan alternatif tersebut, Nur Amalia sudah bisa tumbuh dengan anak-anak seusianya. Bahkan tingkat kecerdasannya dan daya ingatnya termasuk sangat bagus. Kalau sebelumnya baru mulai belakar menyanyi, sekarang kalau menyanyi lagu-lagu juga sudah bisa, bahkan ada sekitar 35 judul lagu yang bisa dinyanyikan dengan baik.

Untuk membaca berbagai doa-doa sehari-hari juga sudah hafal betul, seperti doa makan, mau tidur, bangun tidur, mau masuk kamar mandi, mau belajar, mendoakan orang tua, surat Al Fatihan, dan sholawat nabi yang panjang juga sudah hafal. Sekarang kalau disuruh untuk bernyanyi dan menarik juga langsung saja melakukannya. Bahkan sekarang ini, Nur Amalia sudah aku sekolahkan ke Play Group. Di sekolah ini, juga terlihat perkembangan yang sangat menyenangkan. Teman-teman mengalami kesulitan untuk menghafal lagu atau menghafalkan nama-nama benda, namun Nur Amalia sepertinya merasakan gampang untuk melakukan hal tersebut.

Aku sebagai orang tuanya juga tidak menyangka kalau Nur Amalia bisa tumbuh menjadi anak yang seperti itu. Dulunya aku terus terang saja sudah pasrah ketika mengetahui perkembangan anakku ternyata lambat sekali. Sebagai orang tua aku juga sedikit malu mempunyai anak seperti ini. Namun sekarang justru sebaliknya, sebagai orang tua, aku dan mas Anto merasa senang, Nur Amalia bisa tumbuh dengan baik. Bahkan menunjukkan perkembangan yang sangat luar biasa.

Keberhasilan ini juga tidak lepas dari bantuan pak Juanda, di Bogor. Kemungkinan tanpa bantuan dan pengarahan dari pak Juanda anakku belum bisa seperti ini. Oleh karena itu sebagai orang tua, aku mengucapkan banyak terima kasih kepada pak Juanda. Dari pengobatan yang dilakukan inilah kami bisa membimbing anak kami dengan baik.***


   
Kirim ke teman
Artikel yang berhubungan

Users' Comments  
 

Average user rating

   (0 vote)

 

Display 2 of 2 comments

permohonan

By: nanto () on 18-11-2008 03:15

permohonan

By: nanto ( IP 203.190.52.122) on 18-11-2008 03:15

Ibu Nur bisa kirimkan alamat lengkap Pak Juanda T Kasih

 

» Report this comment to administrator

» Reply to this comment...

» See all 1 replie(s)

Terima Kasih

By: MM () on 15-04-2008 20:56

Terima Kasih

By: MM ( IP 125.160.122.52) on 15-04-2008 20:56

:grin ;) :) :p  
 
Terima Kasih, Pak Juanda.

 

» Report this comment to administrator

» Reply to this comment...

Display 2 of 2 comments



Add your comment
Name
E-mail
Title  
 
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
  Mathguard security question:
L1I         7QW      
  6    Q      G   REI
CT3   PYO     K      
  1    T      E   445
MN1           C      
   
   



mXcomment 1.0.6 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >