Beranda arrow Kesaksian arrow AKU DIJULUKI MISS UKS
Newsflash

Jadwal Praktik 2010

Read more...
 
Menu Utama
Beranda
INFO Torch
News
Kesaksian
Jadwal Praktik
Kontak Kami
Menu Religi
Buletin Tarbiyah
Dakwah
Komentar Terbaru
Mata Kabur Terserang Virus...
@ Yufiantana: Insya Allah.., BISA.
TORCH bisa merusak sistem saraf mata,...
01/08/10 20:17 Selengkapnya...
Oleh: Khoirul Anam / Admin

Mata Kabur Terserang Virus...
toxo pada mata
Istri saya menderita toxo pada mata...
31/07/10 07:30 Selengkapnya...
Oleh: Yufiantana

Virus Toxo Memang Kejam
@ Dee: Alamat Pak Juanda
Kantor Pusat: Jln. SUTIRAGEN IX NO. 6,...
24/07/10 19:30 Selengkapnya...
Oleh: Khoirul Anam / Admin

Virus Toxo Memang Kejam
pengobatan alternatif
Selamat atas karunia yg telah diterima,...
23/07/10 05:50 Selengkapnya...
Oleh: dee

SEMBUH DARI RADANG OTAK
@ a: SubhanalLah...
SubhanalLah wal hamdulilLah. "Setiap...
14/07/10 20:59 Selengkapnya...
Oleh: Khoirul Anam / Admin

Jadwal Terbaru
Wed, Sep 8th, 2010
Samarinda
Wed, Sep 8th, 2010
Banjarmasin
Wed, Sep 8th, 2010, @8:00am - 01:00PM
Bandung
Sat, Sep 11th, 2010, @8:00am - 01:00PM
Bogor
Tue, Sep 14th, 2010, @8:00am - 01:00PM
Medan
Wed, Sep 15th, 2010, @8:00am - 01:00PM
Banda Aceh
Sat, Sep 18th, 2010, @8:00am - 01:00PM
Padang
AKU DIJULUKI MISS UKS PDF Print E-mail
Wednesday, 12 March 2008
 

Berliana Mintoningtias

AKU DIJULUKI MISS UKS  

Berliana, gadis remaja yang tengah duduk di bangku SMA. Namanya menjadi populer baik di sekolah maupun di asrama tempat tinggalnya karena sering jatuh pingsan. Di sekolah ia dijuluki Miss UKS -Usaha Kesehatan Sekolah - karena terlalu sering sakit dan berbaring di ruang kesehatan sekolah. Penyakitnya bisa mendadak datang, sesak nafas dan jantung terasa tertekan, akhirnya ia tak sadarkan diri. Bertahun-tahun lamanya penderitaan itu dirasakan, sampai akhirnya ia berobat pada Prof, DR. Ir. H A  Juanda.


Tiba-tiba saja pandanganku menjadi  gelap dan aku jatuh pingsan. Kebiasaan itu menjadi bagian keseharian hidupku. Sejak SMP sampai SMU, bila udara sangat panas, atau sewaktu lari-lari pelajaran olahraga, dan apabila aku terlalu aktif, mataku akan mendadak kunang-kunang lalu jatuh pingsan. Baru belakangan diketahui, ternyata aku mengidap TORCH.Sejak duduk di bangku kelas 2 SMP, kerapkali dadaku terasa nyeri seperti ditusuk-tusuk duri. Lama kelamaan sakit itu meluas ke bagian kepala. Sering sekali kepalaku terasa pusing tujuh keliling, dan sakitnya terasa dari ujung kaki sampai dengan ujung rambut. Ibuku hanya membawaku ke dokter, tanpa mencurigai penyakit serius yang tengah mengancamku.

Nyeri di dada dan di kepala, memang tidak pasti datangnya. Biasanya, pada saat kondisiku lelah dan kurang sehat, keluhan itu mulai muncul. Yang lebih parah lagi, saat udara panas dan aku berolahraga, dapat dipastikan, pandangan akan kunang-kunang lalu jatuh pingsan.

Sakitku terus berlanjut sampai aku lulus SMP. Kecemasan mulai memenuhi hati orang tuaku. Untuk observasi lebih lanjut, saat aku duduk dibangku SMU, Ibu membawaku ke rumah sakit Dr. Margono di Purwokerto. Aku menjalani scan otak, dan periksa jantung intensif.

Saat menerima hasilnya, ternyata semua baik, tidak ada yang mengkhawatirkan pada kondisi kepala dan jantungku. “Kamu mempunyai masalah ya?” tanya dokter. Aku menggeleng, karena memang aku tak pernah merasa ada persoalan dalam hidupku. Kemungkinan stres bisa tidak langsung kurasakan, karena aku termasuk tipe orang yang tidak memikirkan hal-hal yang spele. Ibuku disarankan agar membawaku ke psikolog, namun aku menolak. “Aku tidak gila Ibu,” kataku menolak ajakannya.  

Sepanjang masa sekolah, satu bulan sekali aku melakukan treatment di RS.Dr. Margono. Minum sejumlah tablet setiap hari menjadi kewajiban yang harus kutaati dengan disiplin. Periode itu, dalam satu minggu aku bisa tiga sampai empat kali pingsan. Suatu hari aku pingsan selama lebih satu jam. Terasa seluruh tubuhku kesemutan, lalu kunang-kunang dan semuanya menjadi gelap. Tubuhku terkulai tak berdaya, biasanya teman-temanku heboh, mencari alkohol, melumuri tubuhku dengan minyak hangat, dan menungguiku.   Saat tersadar, kurasakan tubuhku lelah dan aku harus istirahat.

SEKOLAH DI YOGYAKARTA.

Meskipun kesehatanku tergolong buruk. Namun orang tuaku. Bapak Sutarman dan Ibu Tasminah yang berprofesi sebagai guru mengizinkan aku sekolah di Yogyakarta. Kebetulan pula kakakku sudah lebih dahulu menuntut ilmu di Yogyakarta. Jadi peluangku cukup mulus untuk belajar di kota pelajar ini. Banyak fasilitas yang dapat kuperoleh kelak, seperti mendapat kemudahan masuk UGM dan mengikuti bimbingan belajar. Sejak SD nilaiku termasuk baik dan sempat beberapa kali menjadi juara.

Hanya setelah sakit-sakitan, kecerdasanku menurun, minder, pelupa,  sulit menangkap pelajaran dan aku sering menangis karena gagal menjadi bintang kelas. Ibuku hanya berpesan, aku harus menjaga diri dan menciptakan komunikasi lewat telepon. Aku masuk SMU Stelladuce, sekolah berasrama di bawah bimbingan Suster Theresia yang menjadi ibu asrama

Dengan tinggal di asrama, ibuku tampak lebih tenang. Namun kebiasaan jatuh pingsan terus saja berlanjut. Pernah pada tengah malam,  tiba-tiba aku pingsan, lalu dibawa ke rumah sakit Panti Rapih dengan ambulance. Kali ini aku merasa sesak nafas, jantung terasa tertekan, dan aku masuk UGD. Teman-teman semua care terhadap pengobatanku, mereka menduga aku mengidap asma, padahal aku tidak pernah punya penyakit asma.

Saat-saat sakit seperti ini yang membuat ibuku cemas. Biasanya aku cepat telepon untuk mengatakan aku sudah sehat dan masuk sekolah. Belajar dengan kemandirian, membuatku tegar dan harus kuat dalam situasi apapun.

TERKENA CMV

Keluhan sakit kepala yang berkepanjangan, padahal tidak ditemukan indikasi penyakit yang jelas melalui medis, membuat ibuku berpikir untuk menempuh pengobatan alternatif.  Mbak Tari teman mama Mia, memberitahukan tentang pengobatan Prof Dr Ir H A. Juanda yang menggunakan olahan tanaman dari alam untuk mengobati aneka macam penyakit. Kebetulan pula dia pasien Pak Juanda. Ibu membawaku konsultasi ke jalan Sidikan tempat praktek Pak Juanda di Yogyakarta.

Secara singkat Pak Juanda menjelaskan, bahwa TORCH (Toxoplasmosis Rubella CMV dan Herpes) adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit darah (protozoa) dan virus. Pada orang dewasa virus ini dapat menyerang syaraf otak, syaraf mata dan syaraf gerak, dapat menyebabkan sakit kepala yang  berkepanjangan (migran dan vertigo) mata kabur, mata tidak bisa melihat, pandangan tidak fokus, lemas, radang tenggorokan, kesemutan, mudah letih dan lesu.

Salah satu indikasi itu ada padaku, yakni sakit kepala yang berkepanjangan. Pak Juanda menyuruhku agar melakukan uji darah. Hasilnya memang sangat mengejutkan. CMV yang kuidap sampai 787,7.  Tak ada jalan lain, aku harus minum Aquatreat Therapy, ramuan Pak Juanda selama empat bulan. Setiap pagi saat bangun tidur, aku meminum satu gelas dicampur dengan madu. Aroma dan rasanya yang  kurang enak tidak mempengaruhi semangatku, aku harus mengonsumsinya setiap hari demi kesembuhanku.

Sering aku merenung, tak mengerti dari mana asalnya virus itu, hingga bisa masuk ke tubuhku. Rasanya aku tidak pernah memelihara hewan yang mengakibatkan aku tertular virus. Kata Pak Juanda,  hewan seperti kucing, ayam, anjing, burung, tikus, merpati, kambing, sapi dan lainnya memiliki potensi  untuk menularkan TORCH.

Selama empat bulan dengan disiplin aku menelateni minum ramuan yang terbuat dalam bentuk cairan yang disebut Aquatreat Therapy. Bahkan dengan rajin dan telaten aku meminumnya dan merasa lebih disiplin dibanding minum obat dokter. Pengobatan ini memang membutuhkan kedisiplinan, aku harus berterimakasih pada orang tua yang telah mengeluarkan uang banyak untuk kesembuhanku.  Biasanya jam 4.30 pagi aku sudah ke dapur asrama untuk minum Aquatreat Therapy. Ibu dapur menggodaku dengan ucapan, “Si Mbah mau minum jamu.” Dalam uji darah selanjutnya, CMV yang semula 787,7 menjadi 3,2.

Syaraf otakku kembali pulih, rasa pusing-pusingku tak ada lagi. Sakit di dada yang memungkinkan terjadinya penyempitan pembuluh darah, juga sudah normal. Aku harus menjaga agar tubuhku tetap sehat, mengatur konsumsi makan dengan benar, dan membatasi aktifitas olahraga agar jangan sampai kelewat lelah. Ibu meneleponku tiga kali sehari.

HIKMAH YANG KUPEROLEH

Aku baru saja lulus SMU dan bersiap-siap untuk kuliah. Cita-citaku ingin menjadi seorang Psikolog. Dengan tubuh yang kini kurasakan sehat, aku optimis untuk mewujudkan cita-citaku.

Lebih 6 tahun aku selalu jatuh pingsan dalam kesakitan yang panjang dan selalu berulang. Kini aku harus lebih waspada, karena aku sudah tahu kesakitan dulu itu adalah akibat TORCH.  Sampai sekarang mungkin belum terpecahkan dari mana kuperoleh virus itu, sementara aku tidak pernah kenal dengan dunia hewan di sekitarku. Kata Pak Juanda penularan itu bisa saja terjadi karena makanan, sayuran mentah, kotoran hewan yang mencemari makanan.

Puji Tuhan kini aku merasa sudah bebas dari keluhan sakit kepala selama bertahun-tahun. Aku mensyukurinya sebagai rahmat dari Sang Maha Pencipta. Aku selalu berpikir positif, bahwa  Tuhan pasti memberi hikmah di dalam sakitku. Yang kurasakan teman-teman lebih care kepadaku, menaruh perhatian dan kasih yang tulus. Selain itu, aku juga bisa masuk TV dengan Pak Juanda, diwawancara, untuk berbagi pengalaman demi memberi motivasi penyembuhan pada orang lain.


   
Kirim ke teman
Artikel yang berhubungan

Users' Comments  
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Name
E-mail
Title  
 
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
  Mathguard security question:
7AE         B7Y      
A C    Y    O X   WNY
JHC   FNQ   SKI      
P S    2    1 G   CTW
QNB         P63      
   
   

No comment posted



mXcomment 1.0.6 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >