Beranda arrow Kesaksian arrow AKIBAT AUTIS, REIHAN ...
Newsflash

Jadwal Praktik 2010

Read more...
 
Menu Utama
Beranda
INFO Torch
News
Kesaksian
Jadwal Praktik
Kontak Kami
Menu Religi
Buletin Tarbiyah
Dakwah
Komentar Terbaru
Virus Toxo Memang Kejam
@ Dee: Alamat Pak Juanda
Kantor Pusat: Jln. SUTIRAGEN IX NO. 6,...
24/07/10 19:30 Selengkapnya...
Oleh: Khoirul Anam / Admin

Virus Toxo Memang Kejam
pengobatan alternatif
Selamat atas karunia yg telah diterima,...
23/07/10 05:50 Selengkapnya...
Oleh: dee

SEMBUH DARI RADANG OTAK
@ a: SubhanalLah...
SubhanalLah wal hamdulilLah. "Setiap...
14/07/10 20:59 Selengkapnya...
Oleh: Khoirul Anam / Admin

SEMBUH DARI RADANG OTAK
a
:upset :upset :eek :eek :eek :eek ...
14/07/10 09:13 Selengkapnya...
Oleh: a

Mau Cepat Hamil?
Kenapa Ya?
:)
21/06/10 03:21 Selengkapnya...
Oleh: Suhedot

Jadwal Terbaru
Thu, Aug 5th, 2010, @8:00am - 01:00PM
PURWOKERTO
Thu, Aug 5th, 2010, @8:00am - 01:00PM
Tasikmalaya
Sat, Aug 7th, 2010, @8:00am - 01:00PM
Jogjakarta
AKIBAT AUTIS, REIHAN ... PDF Print E-mail
Thursday, 16 April 2009
 

Fatmah SKM, MSc

Sample ImageAKIBAT AUTIS REIHAN BARU BISA BICARA
SETELAH BEROBAT PADA PAK JUANDA
Reihan lahir tanggal 28 Desember 1997 dengan tubuh yang sehat dan montok. Bayi laki-laki, putraku nomor dua ini tumbuh besar dengan kelucuan seorang anak. Menjelang usia satu tahun, ia  tampak hiper aktif, tak pernah bisa duduk manis, suka berputar-putar dan melakukan gerakan yang berulang-ulang. Herannya sampai usia 2 tahun, ia belum mampu bicara. Apa yang terjadi pada Reihan?
Sebagai orang tua, aku tak pernah mengira kalau Reihan memiliki kelainan. Dia selalu bermain akrab dengan kakaknya, bercanda, berlari dan menikmati kegembiraan anak-anak bersama. Secara tidak sengaja, suatu hari ibuku melihat tayangan pepeng yang tengah memandu acara warna-warni, dengan topik autisme. Ibuku menyimak dengan teliti dunia anak-anak autisme, dengan ciri dan kebiasaan yang ternyata hampir sama dengan Reihan lakukan. Ibu memberi tahuku tentang kecurigaannya pada sikap dan perilaku Reihan,  cucunya. Saat aku berkunjung ke rumah ibu, beliau mengungkapkan kecurigaannya. Aku sendiri tidak begitu faham dengan prilaku Reihan, kenakalannya, sikapnya, semua kuanggap sebagai ekspresi dunia anak.  Waktu itu Reihan baru berusia 2 tahun, masih belum terlambat untuk mengobatinya. Namun untuk memastikannya, aku harus cek ke dokter. Ibu penuh perhatian pada cucu-cucunya. Dibenak ibu saat itu jelas, Reihan menderita autis.
Aku memutuskan untuk membawa Reihan ke dokter psikiater terkenal di rumah sakit Omni Medical Center Kelapa Gading. Ternyata untuk mengonsultasikan kondisi Reihan tidak secepat yang kuduga. Aku harus masuk daftar tunggu, saking banyaknya pasien diperkirakan 4-5 bulan mendatang aku baru akan dapat panggilan. Sambil menunggu waktu yang masih panjang, aku mengambil inisiatif untuk berobat dengan pijat refleksi pada bapak Hendro di Ragunan. Setiap hari Sabtu aku rutin membawa Reihan selama 4 bulan.
Semua bagian tubuh Reihan di pijat selama setengah jam dengan minyak kelapa atau parem. Ada aroma cengkeh dan pala. Tubuh Reihan yang telanjang berkeringat, konon katanya untuk mengeluarkan racun-racun di dalam tubuh.
Setelah itu aku membawa Reihan ke semarang seorang teman memberitahukan  di jalan wologito semarang ada tabib yang bergelar dokter, dan menguasai supra natural. Mampu mengobati penyakit. Obat-obat yang dibuatnya merupakan ramuan dalam bentuk kapsul. Beberapa kali aku coba pulang pergi Jakarta - Yogya  untuk memulihkan Reihan dari autisnya.
Tak pernah menyerah, di mana saja setiap kudapat informasi tentang pengobatan autis, aku selalu mencoba untuk mendatanginya. Selanjutnya aku mendengar di kawasan Ciputat ada kyai yang melakukan pengobatan autisme. Tanpa menunda lagi aku segera membawa Reihan ke sana. Sistemnya sama, Reihan harus dipijat. Namun kali ini Reihan disimpulkan keliru, konon ada jin yang mengikutinya. Kesimpulan itu sudah di luar logika, maka kutinggalkan pengobatan itu.

BEROBAT KE PSIKIATER
Setelah menunggu hampir 5 bulan,  akhirnya tiba juga giliran Reihan untuk konsultasi ke Dokter Psikiater yang juga pengurus Yayasan Autisme Indonesia. Saat konsultasi pertama itu. seusai dokter memeriksa Reihan, aku langsung saja melontarkan kata-kata, “ Anak saya autis ya Dok?”  
“Benar, Reihan autis,” kata dokter tegas. Meski jauh hari indikasi autis ada dalam diri Reihan, tetapi aku tetap saja syok mendengar pernyataan dokter. Sejak saat itu Reihan mulai mengonsumsi food suplemen dan berbagai obat untuk memulihkan kondisinya. Kenyataan Reihan autis, sungguh mengganggu ke stabilan emosi perasaanku. Batinku penuh dengan gejolak dan kecemasan memandang hidup Reihan hari depan. Aku kehilangan semangat kerja, rasanya aku ingin berhenti bekerja, dan lebih mengutamakan mengurus Reihan.
Selain berobat medis, aku meneruskan pengobatan alternatif dan mencarikan tempat terapi yang tepat bagi Reihan. Aku segera memasukkan Reihan ke Yayasan Ibu Lilis di Ciputat. Anak-anak autisme perlu mendapatkan terapi agar ia terlatih untuk kepatuhan, mengenal gambar, mengetahui aneka warna dan lain-lain. Reihan kerap kali berontak, lalu meninggalkan bangku duduknya. Dibutuhkan kesabaran ekstra untuk mendampingi Reihan. Biasanya Reihan diantar sopir, dan didampingi suster. Selama 3 bulan seminggu dua kali raihan ke terapi.
Setelah 3 bulan tak ada kemajuan, aku mulai tidak sabar.  Reihan kuputuskan untuk terapi ke Yayasan Arrohmah di Jalan Angin Mamiri Depok. Yayasan ini khusus untuk terapi bicara. Reihan yang waktu itu sudah berusia lebih 3 Tahun namun belum bisa bicara. Selama 1 jam, seminggu tiga kali sepanjang 1 tahun, Reihan belajar. Diakui di sini Reihan mulai belajar mengucapkan nama benda-benda dan lainnya. Meski sudah maksimal, namun Reihan belum juga mampu bicara dengan baik, ucapannya belum jelas dan sukar di pahami.
Aku segera  memindahkannya ke Klinik Anakku  di Cinere. Reihan yang sudah 5 tahun tak lebih seperti anak usia 2 tahun yang baru belajar bicara. Di yayasan klinik kita, Reihan belajar hampir 1 tahun, seminggu 2 kali. Ia melakukan fisioterapi dengan pemijatan refleksi untuk meningkatkan kemampuan motorik halus dan motorik kasar. Satu kali ia mengikuti terapi behavior, satu kali untuk fisioterapi.
Sungguh suatu perjalanan panjang yang melelahkan saat mengantar Reihan mencari penyembuhan, belum lagi biaya yang harus di keluarkan, tenaga, pikiran, dan waktu semua kukorbankan untuk memulihkan Reihan. Tak ada artinya jabatan dan harta bagiku, dibandingkan kesembuhan Reihan.
Setelah terapi di klinik kita, Reihan kupindahkan lagi ke Al fikri di Studio Alam Depok untuk melakukan terapi behavior satu kali seminggu. Di sini ada materi kemampuan akademik. Selain melakukan terapi kepulihan, ia belajar menulis, membaca, matematika. Dalam ruangan hanya Reihan dengan satu guru pembimbing yang mengajar selama dua jam, selama 3 bulan belajar disitu.

BEROBAT PADA PAK JUANDA.
Reihan sudah berusia 6 tahun, dan aku memasukkannya ke TK Lentara insan. Sewaktu mendaftarkan Reihan, psikolog Fitri Sumarlis menginformasikan ada ahli Toxoplasma di Bogor yang dapat menyembuhkan penyakit TORCH dengan ramuan Aquatreat Therapy. Ia memberikan alamat dan nomor telepon Prof.  Juanda. Aku lalu berusaha menelepon dan memperoleh petunjuk. Aku harus melakukan uji darah di laboratorium. Saat itulah aku tahu, ternyata IGG dan Rubella Reihan tinggi.  
Aku teringat saat hamil Reihan, 3 bulan, memang aku terkena rubela, dikenal campak Jerman. Mungkin itu yang menjadi penyebab Reihan autis. Namun  yang tidak kupahami lagi, tubuh Reihan mengandung Zink, semacam logam dari jenis mercury. Sudah 2 kali,  helai rambut Reihan di periksa, hasilnya tetap sama. Reihan harus melakukan terapi biomedik untuk mengeluarkan logam berat dari tubuhnya. Yang kuherankan dari mana mercury itu masuk ke tubuhnya. Logikanya kalau ibu hamil makan ikan yang mengandung mercury tentu kandungannya akan tercemar. Herannya, aku tidak banyak mengonsumsi ikan, lingkungan yang kutinggali cukup hijau di kawasan Depok jauh,  dari debu, dan polusi asap mobil, semuanya tidak masuk akal.
Saat datang ke Prof.  Juanda, aku bersama  suami dan Reihan sempat mendengar ceramahnya. Sungguh banyak kasus yang hampir serupa. Semua yang kudengar logis dan masuk akal. Sejak itu Reihan mulai minum Aquatreat Therapy selama 6 bulan. Dengan telaten, Setiap pagi saat perut kosong kuberi ia minum Aquatreat Therapy.
Setelah 8 bulan, Reihan kembali cek darah. Hasilnya rubella masih 4, CMV-nya negatif. Jelas sekali perkembangan yang kulihat pada diri anakku sepanjang masa 8 bulan itu. Kemampuan bicaranya semakin baik. Dia bisa merangkai kata-kata dalam kalimat yang utuh. Lawan bicaranya mulai dapat berkomunikasi dengan baik. Kuperhatikan lebih terinci lagi, kontak mata Reihan mulai bagus. Bila diajak bicara,  dia mulai menatap dan menaruh perhatian pada lawan bicara. Perilaku hiperaktifnya mulai berkurang.    
Selama ini perilaku hiperaktifnya memang sangat membahayakan. Dia suka naik di atas kursi, melompat, membanting pintu,  marah-marah dengan kadar emosi yang tinggi. Sulit sekali menaruh pengertian pengendalian diri pada Reihan. Sering juga aku bingung, pola pendidikan apa yang seharusnya kutanamkan pada Reihan.
Pendekatan yang keras atau lembut. Aku agak keras,  sementara ayahnya lembut. Tapi kalau dikerasin dia semakin keras dan menantang. Ternyata Reihan tidak bisa dikerasi. Kalau dia marah, aku bisa menenangkan dengan cara merangkul atau dibentak yang keras. Dia akan memukul-mukul, namun kita harus sabar.
Sebagai manusia adakalanya aku BT, tertekan nyaris frustrasi. Sudahlah! Seadanya Reihan, tak perlu lagi aku bersusah payah ke mana-mana untuk membuat dia normal. Aku harus banyak mendekatkan diri kepada Allah, agar aku bersyukur, karena Allah memberi amanahnya padaku, memberi kepercayaan untuk membesarkan Reihan. Di luar mungkin aku tampak tegar, tapi di dalam down. Akhirnya aku  berpasrah diri menerima takdir Ilahi dengan lapang hati.
Sekarang Reihan sudah duduk di TK.  Setiap pagi aku mengantarnya ke sekolahnya. Sekolahnya sejalur dengan kantorku di lingkungan Universitas Indonesia. Aku bersyukur memperoleh alamat dan pengobatan Pak Juanda. Pertumbuhan kesehatan Reihan berlangsung cepat. Ternyata pengobatan Aquatreat Therapy mampu menyembuhkan anak yang autis ?
   
Kirim ke teman
Artikel yang berhubungan

Users' Comments  
 

Average user rating

   (0 vote)

 

Display 1 of 1 comments

-

By: susan () on 06-09-2009 18:51

-

By: susan ( IP 118.137.29.121) on 06-09-2009 18:51

autis hanya suatu gejala 
penyebabnya sendiri sangat luas 
mencari penyebabnya inilah yang sulit 
untuk yang disebabkan oleh Torch, aquatreat terapi memang tepat 
congrats

 

» Report this comment to administrator

» Reply to this comment...

» See all 1 replie(s)

Display 1 of 1 comments



Add your comment
Name
E-mail
Title  
 
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
  Mathguard security question:
LDM         F        
9      O    Q B   XRS
47C   5XT   QSS      
Q 7    J      3   586
RTB           T      
   
   



mXcomment 1.0.6 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >