Beranda arrow Buletin Tarbiyah arrow 070. Kita Harus Pakai Buku Petunjuk Allah
Newsflash

Jadwal Praktik 2010

Read more...
 
Menu Utama
Beranda
INFO Torch
News
Kesaksian
Jadwal Praktik
Kontak Kami
Menu Religi
Buletin Tarbiyah
Dakwah
Komentar Terbaru
Cek Kesehatan Pranikah, Wajib!
Assalamualaikum
saya seorang wanita yang berusia 23...
07/09/10 14:50 Selengkapnya...
Oleh: aNna

Mata Kabur Terserang Virus...
@ Yufiantana: Insya Allah.., BISA.
TORCH bisa merusak sistem saraf mata,...
01/08/10 20:17 Selengkapnya...
Oleh: Khoirul Anam / Admin

Mata Kabur Terserang Virus...
toxo pada mata
Istri saya menderita toxo pada mata...
31/07/10 07:30 Selengkapnya...
Oleh: Yufiantana

Virus Toxo Memang Kejam
@ Dee: Alamat Pak Juanda
Kantor Pusat: Jln. SUTIRAGEN IX NO. 6,...
24/07/10 19:30 Selengkapnya...
Oleh: Khoirul Anam / Admin

Virus Toxo Memang Kejam
pengobatan alternatif
Selamat atas karunia yg telah diterima,...
23/07/10 05:50 Selengkapnya...
Oleh: dee

Jadwal Terbaru
Sat, Sep 11th, 2010, @8:00am - 01:00PM
Bogor
Tue, Sep 14th, 2010, @8:00am - 01:00PM
Medan
Wed, Sep 15th, 2010, @8:00am - 01:00PM
Banda Aceh
Sat, Sep 18th, 2010, @8:00am - 01:00PM
Padang
Sat, Sep 18th, 2010, @8:00am - 01:00PM
Batam
070. Kita Harus Pakai Buku Petunjuk Allah PDF Print E-mail
Friday, 22 February 2008
 

Kita Harus Pakai Buku Petunjuk Allah

Oleh: Abu Muhammad Sayyid Dzulhijjah 

Saat ini kita telah memasuki suatu "era kemaksiatan, era musibah dan era jahiliyah modern." Era dimana sangat dibutuhkannya munculnya seorang memimpin yang mampu mengantarkan manusia kepada tegaknya kebenaran, keadilan, hukum Allah dan sunnah Rasul-Nya di muka bumi ini. Dengan memakai Buku Petunjuk Allah sebagai pedomannya!


            Manusia telah melewati dua alam yakni alam ruh dan alam rahim. Tetapi tak ada satu pun yang mampu menceritakan atau menggambarkan apa yang dialami atau apa yang dirasakannya dan bagaimana keadaan hidupnya pada dua alam tersebut. Ketika di alam ruh misalnya, manusia tidak mengetahui berapa lama ia hidup di sana?

Tapi pada alam rahim, kita bisa mengetahui bahwa manusia hidup (rata­-rata sembilan bulan sepuluh hari). Dalam masa-masa tersebut berproses dan berkembang mulai dari pertemuan antara min dan plus (ovum dan sperma) yang berinteraksi satu sama lain. Kemudian berubah menjadi segumpal darah, lalu dalam waktu tertentu berubah menjadi segumpal daging, hingga segumpal daging tersebut dilengkapi dengan tulang belulang, sampai terbentuk dalam wujud berupa manusia pada masa empat bulan lamanya, lalu ditiupkan ruh Allah (ruhullah).

 
Rahasia Allah

Ketika ruh Allah telah ditiupkan ke dalam tubuh si cabang bayi, maka mulailah ada gerakan. Bayi mulai goyang sana-sini hingga mencapai umur -rata-rata-- sembilan bulan sepuluh hari. Pada saat inilah, si kecil mulai bersiap-siap keluar melewati pintu menuju ke alam dunia. Sebelum manusia lahir di dunia, ada tiga hal penting yang telah ditetapkan Allah kepadanya, yakni: pertama, adalah umur; berapa lama ia akan menjalani kehidupan di dunia? Kedua, rezeki; berapa banyak yang akan di dapatkan selama hidupnya di dunia? Dan ketiga, siapa jodoh (suami atau istrinya) sebagai pendamping hidupnya di dunia? Tiga hal penting tersebut, semuanya merupakan rahasia Allah.

Di dunia, kehidupan manusia berlangsung secara variatif. Baik dari segi umur, rezeki maupun jodohnya. Dari segi umur misalnya, ada yang masih balita sudah meninggal; ada yang remaja hingga dewasa lalu sampai ajalnya; dan ada juga yang diberi umur hingga usia tua baru kemudian meninggal dunia. Hal ini juga rahasia Allah!? Sebagaimana firman-Nya:

"Tiap-tiap manusia mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya, mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya." (QS. al-A'raf [7]: 34).

 Dalam menjalani kehidupannya, ada banyak manusia yang dipertemukan jodohnya hingga kemudian mendapatkan keturunan. Namun, ada juga yang tidak sempat menjumpai jodohnya hingga sakratul maut menjemputnya. Hal ini pun merupakan rahasia Allah!?

Kemudian, dalam hal rezeki, ada di antara manusia yang dikarunia Allah dengan rezeki yang banyak dan melimpah. Namun ada juga diantaranya yang diberi rezeki pas-pasan, dan bahkan ada yang diberikan-Nya sangat terbatas alias sedikit sekali. Hal ini juga merupakan rahasia Allah!?

 "Sesungguhnya Rabmu (Allah) melapangkan rezeki kepada siapa yang dikehendaki dan menyempitkan-Nya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat hamba-Nya." (QS. al-Isra' [17]: 30).

 Terlepas dari itu semua, hal yang pasti kita harus pahami bahwasanya, mulai dari masalah umur, lalu jodoh hingga rezeki, semuanya akan dimintai pertanggung jawabannya di hadapan Allah. Dan Allah menciptakan manusia tak lain tujuan-Nya kecuali untuk menyembah/mengabdi kepada-Nya. Sebagaimana firman-Nya:

 "Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk mengabdi kepada-Ku " (QS. adz-Dzariyaat [51]: 56).

 Yang sangat disayangkan saat ini, sadar atau tidak sadar, manusia nampak lebih banyak membicarakan masalah-masalah dunia, khususnya yang berkaitan dengan ekonomi. Dan sangat sedikit kita dengarkan pembicaraan atau berita yang berkaitan dengan kewajiban manusia untuk menegakkan hukum Allah yang menciptakan dunia beserta seluruh isinya. Termasuk juga berita yang berkaitan dengan penegakan sunnah Rasul-Nya. Padahal, kalau sekiranya manusia sadar dan memahami dengan baik mengenai pentingnya penegakan hukum Allah dan sunnah Rasul-Nya, maka apa pun aktivitas yang dilakukannya "seharusnya" selalu dikaitkan dengan hukum Allah dan sunnah Rasul-Nya.

Dewasa ini, mayoritas pemikiran manusia memahami bahwasanya  urusan dunia atau ekonomi dan sebagainya, tidaklah memiliki keterkaitan dengan hukum Allah dan sunnah Rasul-Nya. Atau dengan kata lain, urusan dunia tidak ada kaitannya dengan urusan akhirat. Demikianlah pandangan dan permikiran sekulerisme yang nampak mendominasi pemikiran manusia saat ini. Hal ini tentunya harus diluruskan dan ditarik pada jalan yang benar. Dan harus dipahami bahwasanya aktivitas apa pun yang dilakukan manusia di dunia ini tak ada yang terlepas dari hukum Allah dan tak boleh lepas dari niat ibadah (mengabdi) kepada-Nya.

 
Buku Petunjuk

Sesungguhnya, Allah SWT menciptakan bumi dan langit beserta seluruh isinya telah memberikan Buku Petunjuk kepada hamba-Nya berupa Kitab Suci. Hal mana, kitab pertama diturunkan Allah lewat utusan-Nya Nabiullah Daud Khalifatullah dengan Kitab Tauratnya. Kitab kedua diturunkan Allah lewat utusan-Nya Nabiullah Musa Kalimullah dengan Kitab Zaburnya. Kitab ketiga Allah turunkan lewat pesuruh-Nya Nabiullah Isa Ruhullah dengan Kitab Injilnya. Lalu kitab keempat dan terakhir sebagai penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya, diturunkan Allah lewat pesuruh-Nya Nabiullah Muhammad saw dengan Kitab al-Qurannya.

Sedemikian rupa, kitab-kitab tersebut merupakan Buku Petunjuk yang diberikan Allah kepada hamba-Nya yang bernama: manusia. Buku Petunjuk ini sangat lengkap dan sempurna. Artinya, segala masalah dan urusan yang berkaitan dengan bumi dan langit beserta seluruh isinya serta semua urusan manusia telah diatur dan dijelaskan sedemikian rupa. Sehingga manusia tinggal tunduk dan patuh saja menjalankannya sesuai dengan Buku Petunjuk Allah tersebut. Itulah hukum Allah yang "seharusnya" dipakai dan didayagunakan oleh manusia dalam setiap aktivitas kehidupannya di dunia.

Kalau pun manusia membuat suatu peraturan atau undang-undang  berkaitan dengan manusia, masyarakat, bangsa dan Negara, "seharusnya" peraturan dan atau undang-undang tersebut senantiasa berorientasi pada tegaknya hukum Allah. Artinya, jangan sampai peraturan dan atau undang-undang positif itu bertentangan dengan Hukum Allah yang tertulis dalam kitab-kitab-Nya di atas. Sebab manakala hal ini terjadi, maka itu artinya kita dengan sengaja telah membuat suatu aturan dan atau perundang-undangan yang bertentangan atau telah membuat "persaingan hukum" dengan hukum yang telah dibuat oleh Allah.

 
Allah Marah dan Murka

Sadar atau tidak sadar, manakala hal ini kita lakukan, maka jangan heran kalau kemudian Allah SWT "marah" dan "murka" kepada manusia yang kafir, dzalim dan munafik. Nah, ketika Allah marah dan murka kepada hambanya yang bernama: manusia, maka Allah memberi musibah kepada-Nya. Ketika musibah ingin ditimpakan kepada suatu kaum bukanlah hal yang sulit bagi-Nya. Bila Allah telah menghendaki sesuatu itu terjadi, maka tak ada yang mampu menghalanginya, meskipun seluruh manusia yang ada di dunia mengerahkan seluruh kekuatannya. Oleh karena itulah, maka kita tidak perlu heran kalau kemudian beberapa tahun terakhir ini berbagai musibah melanda negeri ini.

Mulai dari gempa bumi yang diikuti dengan tsunami, kekeringan, gunung meletus, tanah longsor, hingga banjir terjadi di berbagai daerah. Musibah berupa bencana alam tersebut, kemudian menimbulkan masalah baru berupa, pengangguran, pengungsi, kemiskinan meningkat, hingga naiknya harga-harga berbagai kebutuhan pokok yang semakin mencekik leher dan semakin menambah penderitaan rakyat.

Pada saat yang sama, perilaku elite politik yang saling menelikung dalam memperebutkan "kue kekuasaan" telah terjadi di berbagai daerah dengan berbagai kasus "Pilkada." Seolah-olah mereka tidak merasa bersalah dan tak memiliki rasa malu dan takut kepada Allah bahwasanya selaku pemimpin rakyat, nantinya akan dimintai pertangung jawaban atas kepemimpinannya.

Selain itu, musibah dalam bentuk lain juga terus terjadi seperti: jatuhnya pesawat, tenggelamnya kapal, kecelakaan kereta api, tabrakan bus dan lain sebagainya, kesemuanya itu telah menelan begitu banyak korban jiwa dan kerugian materi yang sangat memprihatinkan kita. Oleh karenanya, kita harus sadari bahwa semua musibah tersebut merupakan peringatan Allah kepada hamba-Nya. Agar hamba yang bernama manusia ini sadar, intropeksi diri dan mau menegakkan hukum Allah yang menciptakan dirinya. Hukum Allah yang menciptakan bumi dan langit beserta seluruh isinya.

Sebab, tak ada yang bisa membantah bahwasanya saat ini, hukum, peraturan dan atau perundang-undangan yang dipakai manusia adalah hukum, peraturan dan perundang-­undangan yang dibuat oleh manusia sendiri. Dimana hukum, peraturan dan atau perundang-undangan tersebut -sadar atau tidak sadar-- sangat bertentangan dengan hukum-hukum Allah SWT. Atau dengan kata lain, bertentangan dengan Buku Petunjuk yang telah diturunkan oleh Allah seperti disebutkan di atas.

Dengan demikian, maka kita tidak perlu heran kalau kemudian kemaksiatan terjadi di hampir seluruh sektor kehidupan. Aurat wanita -yang merupakan rahasia dan perhiasan Allah yang sangat berharga- dibiarkan terbuka, dipertontonkan dan dieksploitasi di berbagai media seperti: Televisi, Koran, Majalah, VCD dan sebagainya. Akibatnya, di mana-mana terjadilah berbagai bentuk kemaksiatan seperti: pelacuran, perzinaan, perselingkuhan, aborsi, perjudian, narkoba, pembunuhan, korupsi dan berbagai bentuk kemaksiatan lainnya yang saat ini sudah dianggap manusia sebagai hal yang wajar.

Nampaknya saat ini kita telah memasuki "era kemaksiatan, era musibah dan era jahiliyah modern." Era dimana sangat dibutuhkannya munculnya seorang memimpin yang mampu mengantarkan manusia kepada tegaknya kebenaran, keadilan, hukum Allah dan sunnah Rasul-Nya di muka bumi ini. Dengan memakai Buku Petunjuk Allah SWT sebagai pedomannya. Insya Allah. Amiin!

   
Kirim ke teman
Artikel yang berhubungan

Users' Comments  
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Name
E-mail
Title  
 
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
  Mathguard security question:
IQY         P6R      
8      T      N   Q1A
QGB   H95   BLH      
3 8    7      Q   OPA
QJF         4LK      
   
   

No comment posted



mXcomment 1.0.6 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >