Beranda arrow INFO Torch arrow Mata Bayi Tidak Fokus?
Newsflash

Jadwal Praktik 2010

Read more...
 
Menu Utama
Beranda
INFO Torch
News
Kesaksian
Jadwal Praktik
Kontak Kami
Menu Religi
Buletin Tarbiyah
Dakwah
Komentar Terbaru
Mata Kabur Terserang Virus...
@ Yufiantana: Insya Allah.., BISA.
TORCH bisa merusak sistem saraf mata,...
01/08/10 20:17 Selengkapnya...
Oleh: Khoirul Anam / Admin

Mata Kabur Terserang Virus...
toxo pada mata
Istri saya menderita toxo pada mata...
31/07/10 07:30 Selengkapnya...
Oleh: Yufiantana

Virus Toxo Memang Kejam
@ Dee: Alamat Pak Juanda
Kantor Pusat: Jln. SUTIRAGEN IX NO. 6,...
24/07/10 19:30 Selengkapnya...
Oleh: Khoirul Anam / Admin

Virus Toxo Memang Kejam
pengobatan alternatif
Selamat atas karunia yg telah diterima,...
23/07/10 05:50 Selengkapnya...
Oleh: dee

SEMBUH DARI RADANG OTAK
@ a: SubhanalLah...
SubhanalLah wal hamdulilLah. "Setiap...
14/07/10 20:59 Selengkapnya...
Oleh: Khoirul Anam / Admin

Jadwal Terbaru
Sat, Sep 4th, 2010, @8:00am - 01:00PM
Jogjakarta
Wed, Sep 8th, 2010
Samarinda
Wed, Sep 8th, 2010
Banjarmasin
Wed, Sep 8th, 2010, @8:00am - 01:00PM
Bandung
Sat, Sep 11th, 2010, @8:00am - 01:00PM
Bogor

Mata Bayi Tidak Fokus? PDF Print E-mail
Saturday, 06 June 2009
 

Mata Bayi Tidak Fokus? Waspadai Katarak!

 Sample Image

KATARAK. Penyakit mata yang selama ini mungkin Anda pahami sebagai penyakit mata para lansia (lanjut usia). Padahal katarak ini bisa menyerang bayi yang baru lahir sekalipun.

Anda perlu waspada Moms. Jika didapati mata bayi Anda tidak fokus, bola matanya bergerak-gerak terus seperti mencari-cari sesuatu, itu salah satu tanda bayi Anda menderita katarak.

Berikut ini ulasan menarik Dr Florence Meilani Manurung SpM dari Jakarta Eye Center, Menteng, Jakarta dan Prof Dr H Sidarta Ilyas SpM dari Klinik Mata Talang, Jakarta mengenai katarak.

Tanda-tanda Katarak

Katarak adalah perubahan lensa mata yang sebelumnya jernih dan tembus cahaya menjadi keruh. Terlihat ada warna putih di tengah bola mata yang hitam atau cokelat. Kekeruhan ini menghalangi masuknya cahaya sampai ke retina sehingga menghasilkan bayangan yang kabur. Katarak yang menyerang bayi dikenal dengan Katarak Kongenital.

Proses masuknya sinar pada syaraf mata sangat penting bagi penglihatan bayi pada masa mendatang, karena bila terdapat gangguan masuknya sinar setelah bayi berumur empat bulan, maka syaraf mata akan menjadi malas dan berkurang fungsinya. Apabila katarak tipe ini dibiarkan, maka bayi akan mencari-cari sinar melalui lubang pupil yang gelap, dan akhirnya bola mata akan bergerak-gerak terus karena sinar tetap tidak ditemukan.

Mendeteksi dan menangani katarak sejak dini sangatlah penting, sebelum terjadi ambliopia pada mata. Ambliopia adalah ketidakmampuan retina menerima bayangan benda dari luar. Retina tidak terangsang oleh cahaya dengan baik sehingga bisa menghambat perkembangan retinanya. Akibatnya bukan tak mungkin si kecil akan menderita kebutaan.

Memang tak mudah mendeteksinya. Apalagi, selain bayi Anda belum bisa berkomunikasi, perkembangan visualnya pun berjalan setahap demi setahap. Dimulai hanya melihat terang-gelap, warna, objek, baru kemudian terbentuk sistem yang menghubungkan mata dengan otaknya secara sempurna.

Penyebab Katarak Kongenital

Katarak pada bayi sebabnya bisa macam macam. Tetapi, penyebab yang paling sering adalah bayi terinfeksi virus rubella saat masih dalam kandungan. Disebut sebagai rubella syndrome atau campak Jerman dan rentan terjadi pada tiga bulan pertama usia kehamilan.

Adapun gejalanya seperti gatal-gatal, panas disertai bercak merah pada kulit. Penyakit ini disebabkan virus yang berasal dari udara, cara menyerangnya sebagaimana virus influenza. Untuk mencegahnya, pada wanita usia subur bisa dengan menjalani pemeriksaan serologi untuk rubella. Jika tidak memiliki antibodi, wanita tersebut diberi imunisasi dan baru boleh hamil tiga bulan setelah penyuntikan. Selain rubella, ibu hamil penderita diabetes juga berisiko melahirkan bayi berkatarak.

Harus Operasi

Seorang bayi yang sudah dipastikan menderita katarak harus segera dioperasi/bedah katarak. Setidaknya bayi tersebut sudah berusia 2 bulan atau tergantung dari kondisi kesehatannya secara keseluruhan. Namun operasi sebaiknya dilakukan sebelum bayi berusia tiga bulan agar retina matanya tetap bisa berkembang dengan baik. Operasi katarak dilakukan dengan bius total. Lensa yang keruh diangkat dengan sebuah irisan kecil pada mata.

Fakoemulsifikasi

Teknologi bedah katarak modern menggunakan mesin Fakoemulsifikasi dengan teknologi Cold Phacoemulsification. Lebar sayatan luka operasi sangat minimal yakni 1,8-2,2 mm. Luka sayatan tidak perlu dijahit dan menggunakan lensa buatan (lensa intra ocular/lensa implant/lensa tanam) untuk mengganti lensa yang katarak. Pada orang dewasa operasi ini tidak memerlukan rawat inap. Sedangkan untuk bayi dibutuhkan rawat inap selama 1 malam.

Sumber: http://news.id.msn.com/lifestyle/okezone/article.aspx?cp-documentid=3337788

NB: Aquatreat Therapy Indonesia bisa mengobati katarak bawaan yang disebabkan oleh infeksi TORCH (tokso, rubella, cmv dan herpes) TANPA OPERASI.


   
Kirim ke teman
Artikel yang berhubungan

Users' Comments  
 

Average user rating

   (0 vote)

 


Add your comment
Name
E-mail
Title  
 
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
  Mathguard security question:
7IR         SMO      
  G    O    T     MDR
SX5   SOP   RH3      
  U    1      T   9AY
YJT         NLW      
   
   

No comment posted



mXcomment 1.0.6 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >