|
Berencana Hamil? Pastikan Anda Bebas Rubella! Jakarta - Penyakit Campak Jerman adalah istilah popular dari penyakit Rubella. Tidak seperti penyakit campak biasa yang disebabkan virus rubeola, Rubella biasanya merupakan penyakit ringan, jarang menyerang anak-anak dan tidak terlalu menular. Demikian terungkap dalam informasi Ditjen Pemberantasan Penyakit Menular Departemen Kesehatan.
Namun, Rubella justru sangat berbahaya bagi wanita hamil, terutama yang tengah mengalami tiga bulan pertama kehamilan. Rubella tidak mengancam wanita hamil tetapi justru berbahaya untuk janin yang terinfeksi. Jika menyerang wanita hamil (terutama pada saat kehamilan berusia 8-10 minggu), bisa menyebabkan keguguran, kematian bayi dalam kandungan atau kelainan bawaan pada bayi. PENYEBAB - Penyebabnya adalah virus rubella yang ditularkan melalui percikan ludah penderita atau karena kontak dengan penderita.
- Penyakit ini juga ditularkan dari ibu hamil kepada janin yang berada di dalam kandungannya.
- Penderita bisa menularkan penyakit ini pada saat 1 minggu sebelum munculnya ruam sampai 1 minggu setelah ruam menghilang.
- Bayi baru lahir yang terinfeksi ketika masih berada dalam kandungan, selama beberapa bulan setelah lahir, bisa menularkan penyakit ini.
- Kekebalan seumur hidup diperoleh setelah menderita penyakit ini. Wabah bisa terjadi dengan interval 6-9 tahun.
- Sindroma rubella kongenital terjadi pada 25% atau lebih bayi yang lahir dari ibu yang menderita rubella pada trimester pertama.
- Jika ibu menderita infeksi ini setelah kehamilan berusia lebih dari 20 minggu, jarang terjadi kelainan bawaan pada bayi.
- Kelainan bawaan yang bisa ditemukan pada bayi baru lahir adalah tuli, katarak, mikrosefalus, keterbelakangan mental, kelainan jantung bawaan dan kelainan lainnya.
GEJALA-GEJALA - Demam ringan, pusing, mata merah.
- Sakit tenggorokan, hidung berair.
- Ruam kulit (ruam kulit warna merah jambu), uang timbul setelah demam menurun.
- Mulai timbul dibagian muka, kemudian menyebar diseluruh tubuh. Ruam kulit mungkin menetap dari beberapa jam sampai beberapa hari.
- Kelenjar limfe (kelenjar getah bening) pada daerah belakang telinga dan leher membesar.
- Persendian bengkak dan nyeri pada beberapa kasus.
Komplikasi Kecacatan ganda pada bayi yang terinfeksi melalui ibunya semasa masih dalam kandungan pada trisemester pertama kehamilan. Yang dapat anda lakukan - Tinggal diruamah/jauhi wanita hamil sampai penyakit tidak menular lagi, yaitu 1 minggu setelah ruam kulit hilang.
- Istirahat, minum banyak cairan.
- Minum obat demam.
- Periksa dokter bila anda seorang wanita hamil dalam trisemester pertama dan tidak pasti apakah anda pernah terkena rubella sebelumnya atau pernah mendapatkan imunisasi terhadap rubella.
Tindakan dokter anda Memastikan diagnosa. Bila tes darah menunjukkan infeksi rubella, anda akan diberi keterangan jelas tentang kemungkinan kelanjutan kehamilan serta akibat dari janin. Selanjutnya anda menentukan sendiri apakah akan meneruskan ataupun mengakhiri kehamilan. Pencegahan Vaksin rubella merupakan bagian dari imunisasi rutin pada masa kanak-kanak. Vaksin mmr diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun. Wanita usia subur bisa menjalani pemeriksaan serologi untuk rubella. Jika tidak memiliki antibodi, diberikan imunisasi dan baru boleh hamil 3 bulan setelah penyuntikan. Vaksinasi sebaiknya tidak diberikan ketika ibu sedang hamil atau kepada orang yang mengalami gangguan sistem kekebalan akibat kanker, terapi kortikosteroid maupun terapi penyinaran. – PENGOBATAN Tidak ada pengobatan khusus untuk campak jerman. untuk menurunkan panas bisa diberikan asetaminofen.(iis) http://pdpersi.co.id/?show=detailnews&kode=2230&tbl=cakrawala |
|
|