Beliau adalah manusia seperti manusia yang lain dalamnaluri, fungsi fisik, dan kebutuhannya, tetapi bukan dalam sifat-sifat dan keagungannya, karena beliau mendapat bimbinganTuhandan kedudukanistimewadisisi-Nya,sedangyanglaintidak demikian. Seperti halnya permata adalah jenis batuyangsama jenisnyadenganbatuyangdijalan,tetapiiamemiliki keistimewaan yang tidak dimiliki olehbatu-batulain.Dalam bahasatafsir Al-Quran, "Yang sama dengan manusia lain adalah basyariyah bukanpadainsaniyah."Perhatikanbunyifirman Allah Swt: basyarun mitslukumbukaninsan mitslukum.
075. Islam Memuliakan Wanita
Written by torch
Islam Memuliakan Wanita
Oleh: Najmah Saiidah
Islam sering dituding sebagai agama yang tidak memihak wanita karena sebagian aturan-aturannya dianggap mengekang kebebasan kaum wanita. Aturan-aturan Islam klasik dianggap terlalu maskulin atau male-biased, cenderung bias jender, yang menempatkan wanita pada posisi nomor dua setelah kaum pria. Karenanya, aturan-aturan Islam dianggap tidak relevan dengan kondisi saat ini, karena bertentangan dengan konsep kesetaraan; seperti hukum-hukum yang berkaitan dengan waris, poligami, kepemimpinan laki-laki dalam keluarga, nafkah, pakaian Muslimah; apalagi kepemimpinan laki-laki dalam negara yang jabatan ini memang diharamkan bagi wanita. Betulkah demikian??? Tulisan mencoba menjawabnya.
074. BEKERJA & KEUTAMAANNYA
Written by torch
BEKERJA DAN KEUTAMAANNYA
Oleh: Syamsuddin Ramadhan
Pada dasarnya, Islam mendorong kaum Muslim untuk bekerja sebagai sarana untuk beribadah kepada Allah swt . Allah swt berfirman:
"Dan bertebaranlah kalian di muka bumi, carilah karunia Allah serta ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.."[al-Jumu'ah:10]
Ali Al-Shabuniy, dalam Shafwat al-Tafaasiir, menyatakan, "Maksudnya, bertebaranlah kalian di muka bumi dan galilah apa yang ada di muka bumi, untuk diperdagangkan dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan kalian. Kemudian, carilah karunia Allah swt dan nikmat-nikmatNya. Sesungguhnya rejeki itu berada di tangan Allah swt, dan Dialah Maha Pemberi Nikmat dan Karunia."
Rasulullah saw, di dalam banyak riwayat telah menerangkan keutamaan dan dorongan untuk bekerja. Ini menunjukkan, bahwa Islam adalah agama yang memerintahkan umatnya untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang produktif. Di dalam sebuah riwayat diterangkan, bahwasanya Rasulullah saw bersabda:
"Sungguh sekiranya salah seorang di antara kamu sekalian mencari kayu bakar dan dipikulnya ikatan kayu itu, maka yang demikian itu lebih baik baginya daripada ia meminta-minta kepada seseorang baik orang itu memberi ataupun tidak memberinya."[HR. Bukhari dan Muslim]
Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari al-Miqdam bin Ma'dariba ra, bahwa Rasulullah saw bersabda:
73. Etika Kerja Dalam Islam
Written by torch
Etika Kerja Dalam Islam Oleh: Abi Ummu Salmiyah
Pengertian Kerja Pengertian kerja dalam Islam dapat dibagi dalam dua bagian. Pertama, kerja dalam arti luas (umum), yakni semua bentuk usaha yang dilakukan manusia, baik dalam hal materi atau nonmateri, intelektual atau fisik, maupun hal-hal yang berkaitan dengan masalah keduniaan atau keakhiratan. Jadi dalam pandangan Islam pengertian kerja sangat luas, mencakup seluruh pengerahan potensi yang dimiliki oleh manusia.
Kedua, kerja dalam arti sempit (khusus), yakni kerja untuk memenuhi tuntutan hidup manusia berupa makanan, pakaian, dan tempat tinggal (sandang, pangan dan papan) yang merupakan kewajiban bagi setiap orang yang harus ditunaikannya, untuk menentukan tingkatan derajatnya, baik di mata manusia, maupun dimata Allah SWT.
Dalam melakukan setiap pekerjaan, aspek etika merupakan hal mendasar yang harus selalu diperhatikan. Seperti bekerja dengan baik, didasari iman dan taqwa, sikap baik budi, jujur dan amanah, kuat, kesesuaian upah, tidak menipu, tidak merampas, tidak mengabaikan sesuatu, tidak semena–mena (proporsional), ahli dan professional, serta tidak melakukan pekerjaan yang bertentangan dengan hukum Allah atau syariat Islam (al-Quran dan Hadits).
072. Hati-hati Dahsyatnya Godaan Dunia
Written by torch
Hati-hati Dahsyatnya Godaan Dunia
Oleh: Abi Wahidatun Muharramah
Dalam al-Quran Allah SWT berfirman:
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyat [51] : 56-57).
Dari ayat di atas jelas sekali bahwasanya tujuan utama penciptaan manusia di dunia ini tiada lain kecuali untuk mengabdi kepada Allah yang menciptakan bumi dan langit beserta seluruh isinya. Allah Yang Maha Tinggi, Maha Kuasa, Maha Agung…. Yang telah mengutus para Nabi dan Rasul-Nya untuk ditaati dan diikuti apa yang telah dicontohkannya.