Saat Wati Ningsih hamil anak pertama, selama empat bulan ia keluar masuk rumah sakit. Mual-mual yang dirasakan, membuat seluruh persendiannya sakit, ngilu, nyeri dan kaku. Tak pernah terduga, ternyata itu adalah gejala ketidakberesan pada bayi yang dikandungnya. Lingkar kepala si bayi yang kecil, dan jantungnya yang lemah, membuat cabang bayi itu hanya bertahan hidup selama satu jam. Dengan Aquatreat Therapy akhirnya Wati dapat hamil dan melahirkan bayi yang sehat.
Kegelisahan belum mempunyai anak, membuat perasaan istriku sensitif, emosional, resah dan menutup diri. Dua kali Dewi keguguran, dan sudah 10 macam jenis pengobatan dilakukan, namun kehamilan tak kunjung datang. Harapan mulai menjadi kenyataan, setelah Dewi kubawa berobat pada Prof. Juanda. Kini kami bahagia dengan kehadiran Ni Luh Hita Gauri.
Setelah kelahiran anakku, Alif Rizky Gunawan tahun 1997 lalu ternyata membawa berkah seluruh keluargaku. Aku (sebut saja Farida, ibu Alif) merasakan kesenangan yang tidak bisa terbayangkan. Meski Alif lahir prematur tepatnya pada usia 8 bulan, karena keburu pecah ketubannya, ternyata kehalirannya juga tidak menampakkan hal-hal yang mencurigakan dan dapat hidup secara normal-normal saja, khususnya awal-awal bulan. Tepatnya Alif berkembang seperti layaknya bayi lain, hingga usia sekitar 18 bulan.